Manajemen Strategis Pengembangan Prestasi Bola Tangan di Jawa Tengah: Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi Program Pengembangan Atlet
DOI:
https://doi.org/10.52188/ijpess.v6i3.2205Kata Kunci:
Manajemen Strategis, Tata Kelola Olahraga, Bola Tangan, Pembinaan Atlet, Sistem Olahraga Daerah, Jawa TengahAbstrak
Tujuan penelitian. Penelitian ini mengkaji bagaimana manajemen strategis diterjemahkan ke dalam pengembangan prestasi bola tangan di Jawa Tengah, dengan perhatian khusus pada perencanaan, koordinasi organisasi, pelaksanaan pelatihan, pemantauan, mobilisasi sumber daya, serta perbedaan antara lingkungan pengembangan perkotaan dan pedesaan.
Materi dan metode. Desain deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Partisipan terdiri dari 24 orang: empat pengurus bola tangan daerah, lima pelatih, 12 atlet, dan tiga pemangku kepentingan pendukung. Mereka dipilih secara purposif karena keterlibatan langsung dan berkelanjutan dalam pengembangan bola tangan daerah. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan prosedur tematik sistematis. Kredibilitas didukung oleh triangulasi sumber dan metode, jejak audit (*audit trail*), serta pemeriksaan oleh partisipan (*member checking*) yang melibatkan delapan partisipan. Partisipan menerima ringkasan pernyataan wawancara dan interpretasi awal melalui WhatsApp, lalu diminta untuk mengonfirmasi keakuratannya atau memberikan koreksi.
Hasil. Lima tema yang saling terkait berhasil diidentifikasi: arah strategis dan jalur pengembangan bakat; pelaksanaan pelatihan dan pengalaman kompetisi; koordinasi lintas tingkat organisasi; pemantauan sebagai proses yang adaptif dan bukan sekadar administratif; serta kesenjangan sumber daya dan geografis yang terus berlanjut. Temuan menunjukkan bahwa rencana yang dirumuskan dengan baik tidak secara otomatis menghasilkan pelaksanaan yang setara di seluruh wilayah kabupaten/kota. Pusat-pusat perkotaan memiliki keuntungan berupa fasilitas yang lebih memadai, jaringan kepelatihan, dan akses kompetisi, sedangkan program di pedesaan lebih mengandalkan inisiatif lokal dan kolaborasi informal.
Kesimpulan. Penelitian ini memperluas pemikiran mengenai manajemen strategis dalam olahraga daerah dengan menunjukkan bahwa pengembangan atlet bergantung pada penyelarasan antara rencana yang telah ditetapkan secara sengaja dengan penyesuaian yang muncul secara dinamis dan peka terhadap konteks. Oleh karena itu, pengembangan bola tangan yang berkelanjutan tidak hanya memerlukan perencanaan yang lebih kuat, tetapi juga peran antar-organisasi yang lebih jelas, alokasi sumber daya yang adil, pemantauan yang responsif terhadap kondisi lokal, serta dukungan yang dibedakan antara program perkotaan dan pedesaan.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Muhlisin Muhlisin, Yudhi Purnama, Rian Kurniawan, Sofyan Ardyanto

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



