Etno-Manajemen Strategis Pencak Silat dalam Pendidikan Olahraga: Mendorong Pengembangan Holistik dan Keberlanjutan Budaya
DOI:
https://doi.org/10.52188/ijpess.v6i3.2194Kata Kunci:
Pencak Silat, Etno-Manajemen, Keberlanjutan Budaya, Pendidikan Olahraga, Pengembangan HolistikAbstrak
Marginalisasi olahraga tradisional dalam pendidikan formal telah mengurangi kesempatan siswa untuk berinteraksi dengan nilai-nilai budaya asli dan pengalaman belajar yang holistik. Meskipun Pencak Silat telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda, penerapannya dalam pendidikan jasmani di sekolah masih terbatas dan sering kali hanya diperlakukan sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi Kerangka Integrasi Etno-Silat (ESIF) sebagai model manajemen etno strategis untuk mengintegrasikan Pencak Silat ke dalam pendidikan jasmani sekolah menengah. Desain campuran berurutan digunakan melalui observasi etnografis, wawancara, dan pendekatan pretest–posttest kuasi-eksperimental yang melibatkan 350 siswa dan guru di sekolah menengah atas di Indramayu, Jawa Barat. Intervensi terdiri dari kurikulum selama 12 minggu yang mengintegrasikan teknik Pencak Silat, nilai-nilai filosofis, dan kegiatan pembelajaran berbasis komunitas. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan dalam ketahanan fisik, regulasi emosi, kohesi sosial, kesadaran spiritual, dan identitas budaya. Kolaborasi pemangku kepentingan dan keaslian budaya diidentifikasi sebagai kontributor terkuat bagi perkembangan holistik siswa. Studi ini menyimpulkan bahwa ESIF secara efektif mendukung pendidikan holistik sekaligus memperkuat keberlanjutan warisan budaya lokal melalui praktik pendidikan olahraga yang responsif dan inklusif secara budaya di sekolah.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Mia Rosalina, Sigit Nugroho, Amat Komar, Pujo Janoko, Nuralizah Nuralizah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



