Implementasi Kurikulum Pendidikan Jasmani Berbasis Standar Ghana untuk Sekolah Dasar: Perspektif Guru Kelas

Penulis

  • Seidu Sofo Southeast Missouri State University
  • Munkaila Seibu University of Education
  • Emmanuel Thompson Southeast Missouri State University

DOI:

https://doi.org/10.52188/ijpess.v6i2.2045

Kata Kunci:

Kurikulum, Pendidikan Jasmani, Sekolah Dasar, Ghana

Abstrak

Tujuan penelitian. Di Ghana, guru kelas umum bertanggung jawab untuk mengajar pendidikan jasmani (PJ) di sekolah dasar. Penelitian ini mengkaji perspektif guru kelas di Ghana tentang implementasi kurikulum PJ berbasis standar Ghana.

Bahan dan metode. Penelitian ini menggunakan desain metode campuran konvergen. Kuesioner Kurikulum Pendidikan Jasmani (PECQ) dan wawancara semi-terstruktur berfungsi sebagai sumber data utama. Kemungkinan guru memenuhi persyaratan untuk mengajar pelajaran PJ (RTPE) dua kali seminggu (30 menit per periode) atau sekali seminggu (60 menit per periode) berfungsi sebagai variabel respons. Variabel prediktor meliputi: pengetahuan guru, dukungan, sumber daya, kebijakan, pendidikan guru, pengembangan profesional, dan faktor demografis. Partisipan adalah 1432 guru kelas sekolah dasar negeri (39,53% laki-laki dan 60,47% perempuan) dari 14 wilayah di Ghana. Tiga puluh empat wawancara semi-terstruktur dilakukan.

Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 21,4% peserta mengajar PJ sesuai persyaratan, 9,7% guru tidak mengajar PJ selama tahun ajaran. Hanya 47,42% guru yang melaporkan familiar dengan kurikulum PJ. Sedikit lebih dari sepertiga menunjukkan bahwa program pendidikan guru mereka cukup mempersiapkan mereka untuk mengajar konten PJ sekolah dasar. Selain itu, 60,41% guru kelas melaporkan bahwa spesialis pendidikan jasmani terlatih, bukan generalis kelas, yang seharusnya bertanggung jawab untuk mengajar PJ di sekolah dasar. Regresi logistik biner yang disesuaikan menunjukkan bahwa pengetahuan guru, jumlah tahun mengajar kelas saat ini, pendidikan guru (pelatihan), pengalaman mengajar, jenis kelamin, sumber daya, wilayah, kebijakan, dan sertifikasi merupakan prediktor signifikan dari RTPE. Data kualitatif mengidentifikasi tujuh tema: tidak mengajar PJ, pengetahuan guru, relevansi kurikulum, pendidikan guru, kurangnya dukungan, kurangnya pemantauan dan pengawasan, dan pengembangan profesional berkelanjutan.

Kesimpulan. Pendidikan jasmani sekolah dapat memainkan peran aktif dalam mencegah penyakit yang berhubungan dengan aktivitas fisik. Studi ini menyoroti perlunya para pembuat kebijakan untuk mendefinisikan kembali kurikulum PJ agar selaras dengan konteks sosial dan budaya bangsa.

Diterbitkan

2026-06-01

Cara Mengutip

Sofo, S., Seibu , M. ., & Thompson , E. . (2026). Implementasi Kurikulum Pendidikan Jasmani Berbasis Standar Ghana untuk Sekolah Dasar: Perspektif Guru Kelas. Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science, 6(2), 374-397. https://doi.org/10.52188/ijpess.v6i2.2045