Distribusi dan Efektivitas Aksi Teknis dalam Sepak Bola Cerebral Palsy: Analisis Notasi Piala Asia-Oseania IFCPF
DOI:
https://doi.org/10.52188/ijpess.v6i2.2039Kata Kunci:
Sepak Bola CP, Analisis Notasi, Performa Teknik, Keterampilan Sepak Bola, Analisis PertandinganAbstrak
Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi dan efektivitas tindakan teknis yang dilakukan oleh pemain selama pertandingan Sepak Bola Cerebral Palsy (CP) menggunakan pendekatan analisis notasi.
Bahan dan metode. Partisipan terdiri dari 16 pemain (rata-rata usia ± SD, 28,19 ± 5,56) dari Tim Nasional Sepak Bola Cerebral Palsy Indonesia yang berkompetisi di Piala Asia-Oseania IFCPF yang diadakan di Surakarta, Indonesia, dari 16–22 November 2025. Teknik pengambilan sampel total diterapkan. Unit analisis bukanlah pemain individu tetapi tindakan teknis yang terjadi selama pertandingan. Video pertandingan dari empat pertandingan resmi (Australia, Jepang, Thailand, dan Iran) diamati secara sistematis untuk merekam empat tindakan teknis: mengoper, mengontrol bola, menggiring bola, dan menembak. Setiap tindakan diklasifikasikan sebagai berhasil atau tidak berhasil dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menentukan frekuensi, distribusi, dan efektivitas.
Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa passing merupakan aksi teknik yang paling dominan dengan 984 kali (44,3%) dan tingkat keberhasilan 90,5%, diikuti oleh kontrol bola dengan 847 kali (38,1%) dan tingkat keberhasilan 89,0%. Dribbling terjadi sebanyak 271 kali (12,2%) dengan tingkat keberhasilan 67,9%, sedangkan shooting merupakan aksi yang paling jarang terjadi dengan 123 kali (5,5%) dan tingkat keberhasilan 35,8%. Selain itu, sebagian besar aksi teknik didominasi dilakukan menggunakan kaki kanan.
Kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa performa pertandingan dalam Sepak Bola CP sebagian besar dicirikan oleh penguasaan bola dan sirkulasi melalui passing dan kontrol bola, sementara aksi penetrasi dan penyelesaian terjadi lebih jarang dan dengan efektivitas yang lebih rendah. Oleh karena itu, program pelatihan harus menekankan akurasi passing, keterampilan kontrol bola, dan pengembangan teknik bilateral untuk meningkatkan performa pemain dalam pertandingan kompetitif.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Susanti Susanti, Mohammad Furqon Hidayatullah, Fadilah Umar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



