Pengaruh Latihan Kemampuan Sprint Berulang terhadap Daya Tahan Kecepatan Pemain Belakang dalam Rugby Sevens Kota Bandung
DOI:
https://doi.org/10.52188/ijpess.v6i2.2028Kata Kunci:
Kemampuan Sprint Berulang, Daya Tahan Kecepatan, Indeks Kelelahan, Rugby Seven, Posisi BelakangAbstrak
Tujuan Penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Repeated Sprint Ability (RSA) terhadap daya tahan kecepatan pemain belakang tim rugby tujuh Bandung City.
Bahan dan Metode. Metode yang digunakan adalah penelitian kuasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest acak. Sampel terdiri dari 20 atlet yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (10 atlet) dan kelompok kontrol (10 atlet). Kelompok eksperimen menjalani program latihan RSA selama empat minggu, dengan tiga sesi per minggu, sedangkan kelompok kontrol mengikuti jadwal latihan reguler tim. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah Repeated Sprint Ability Test, khususnya protokol 6 × 40 m, untuk mendapatkan indikator daya tahan kecepatan (rata-rata waktu sprint). Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji t berpasangan, dan uji t independen.
Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan RSA berpengaruh signifikan terhadap peningkatan daya tahan kecepatan pada kelompok eksperimen. Namun, uji perbedaan menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dalam hal daya tahan kecepatan (p=.348). Sebaliknya, perbedaan signifikan ditemukan pada Indeks Kelelahan (FI) antara kelompok (p=.023), menunjukkan bahwa latihan RSA lebih efektif dalam mengurangi kelelahan dan meningkatkan kemampuan untuk mempertahankan performa sprint dalam kondisi intensitas tinggi yang berulang.
Kesimpulan. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan RSA lebih efektif dalam meningkatkan toleransi kelelahan dan mempertahankan kualitas sprint berulang, seperti yang dibutuhkan dalam rugby tujuh. Dengan demikian, latihan RSA direkomendasikan untuk diintegrasikan secara sistematis ke dalam program periodisasi fisik atlet lini belakang untuk meningkatkan kesiapan performa pada fase kompetisi.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Difannes De Monang Hutauruk, Mona Fiametta Febrianty, Geraldi Novian

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



