Pentingnya Penerapan K3 dalam Penanganan dan Pencegahan Kebakaran di SMK Negeri 1 Cirebon
DOI:
https://doi.org/10.52188/junu.v3i2.2375Kata Kunci:
K3, pencegahan kebakaran, simulasi evakuasi, sekolah menengah kejuruanAbstrak
Sekolah Menengah Kejuruan bidang teknologi dan rekayasa memiliki risiko kebakaran lebih tinggi dibanding satuan pendidikan umum karena kegiatan praktik siswa melibatkan sumber api terbuka, peralatan listrik berdaya besar, dan bahan mudah terbakar. Survei awal di SMK Negeri 1 Cirebon menemukan rendahnya pengetahuan warga sekolah mengenai klasifikasi kebakaran dan pemilihan media pemadam, pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang belum terjadwal, rambu jalur evakuasi yang belum lengkap, serta belum terbentuknya tim tanggap darurat sekolah. Sosialisasi dilaksanakan pada 13 Februari 2026 untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga sekolah dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kebakaran. Kegiatan dievaluasi menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Populasi berjumlah 65 siswa kelas XII A dan XII B yang seluruhnya dilibatkan sebagai peserta, sedangkan sampel penelitian ditetapkan secara purposive sebanyak 12 informan. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan model Miles dan Huberman serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan pergeseran pemahaman peserta dari anggapan bahwa air merupakan media pemadam universal menuju pemilihan media sesuai kelas kebakaran, tumbuhnya ketepatan langkah TATS setelah praktik berulang, serta menguatnya kesadaran akan perlunya tim tanggap darurat. Penerapan K3 kebakaran di SMK menuntut pembudayaan berkelanjutan, bukan sekadar penyediaan sarana proteksi.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Adi Supriadi, Rizal Fathur Rachman

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.

