Proses Review

Proses Review

Artikel yang dikirimkan ke jurnal online ini akan melalui Double Blind Review dengan minimal satu orang reviewer, dan rata-rata lama proses Submit–Publish adalah delapan minggu.

Tahap 1.
Dewan Redaksi akan melakukan penelaahan awal untuk memutuskan apakah artikel tersebut cukup layak atau tidak untuk diserahkan ke Tim Penelaah (Reject atau lanjut ke tahap berikutnya).

Tahap 2.
Selanjutnya, berdasarkan hasil review yang diberikan oleh reviewer dan revisi yang dilakukan oleh penulis, Dewan Redaksi akan memutuskan untuk menerima atau menolak artikel tersebut.

Penulis yang naskahnya ditolak akan diberitahukan alasan penolakan. Tidak ada komunikasi antara penulis dan editor mengenai keputusan penolakan.

Kebijakan Koreksi, Penarikan Kembali, dan Diskusi Pasca Penerbitan

Jurnal ini berkomitmen menjaga integritas catatan ilmiah. Artikel yang telah diterbitkan bersifat final dan tidak diubah secara langsung. Setiap perubahan setelah terbit dilakukan melalui mekanisme koreksi atau penarikan kembali sesuai pedoman COPE.

1. Koreksi (Erratum/Corrigendum)

Koreksi dilakukan apabila ditemukan kesalahan yang tidak memengaruhi validitas keseluruhan temuan, misalnya kesalahan penulisan nama atau afiliasi penulis, kesalahan pada tabel, gambar, atau angka, serta kesalahan sitasi atau referensi.

  • Erratum diterbitkan jika kesalahan berasal dari pihak jurnal (proses penyuntingan atau tata letak).
  • Corrigendum diterbitkan jika kesalahan berasal dari penulis.

Penulis dapat mengajukan permohonan koreksi kepada Dewan Redaksi melalui email jurnal disertai penjelasan. Jika disetujui, jurnal akan menerbitkan pemberitahuan koreksi yang ditautkan ke artikel asli, dan versi artikel yang telah diperbaiki akan diberi keterangan tanggal koreksi.

2. Penarikan Kembali (Retraksi)

Artikel yang telah diterbitkan dapat ditarik kembali apabila di kemudian hari teridentifikasi adanya pelanggaran etika publikasi, antara lain:

  1. Artikel telah diterbitkan sebelumnya di jurnal atau media lain (publikasi ganda/duplicate publication).
  2. Terdapat plagiarisme, termasuk plagiarisme diri sendiri (self-plagiarism).
  3. Terdapat fabrikasi atau falsifikasi data.
  4. Terdapat kesalahan serius yang membuat temuan atau kesimpulan artikel tidak dapat dipercaya.
  5. Terdapat pelanggaran etika penelitian, hak cipta, atau sengketa kepengarangan.

Prosedur penarikan kembali dilakukan sebagai berikut:

  1. Identifikasi dan laporan. Dugaan pelanggaran dapat berasal dari temuan Dewan Redaksi, laporan reviewer, pembaca, institusi, maupun penulis sendiri.
  2. Investigasi. Dewan Redaksi melakukan pemeriksaan, termasuk membandingkan artikel dengan publikasi lain dan memeriksa bukti yang tersedia.
  3. Klarifikasi kepada penulis. Penulis diberi kesempatan untuk memberikan penjelasan secara tertulis dalam jangka waktu yang ditentukan oleh Dewan Redaksi.
  4. Keputusan. Berdasarkan hasil investigasi dan klarifikasi, Dewan Redaksi memutuskan apakah artikel ditarik kembali, cukup diberi koreksi (erratum/corrigendum), atau tetap dipertahankan. Keputusan Dewan Redaksi bersifat final.
  5. Pemberitahuan retraksi. Jika artikel ditarik, jurnal akan menerbitkan pemberitahuan retraksi (Retraction Notice) yang memuat judul artikel, nama penulis, dan alasan penarikan. Pemberitahuan ini ditautkan ke artikel asli.
  6. Penandaan artikel. Artikel yang ditarik tidak dihapus dari arsip, tetapi tetap dapat diakses dengan tanda/watermark "RETRACTED" pada setiap halaman agar catatan ilmiah tetap terjaga.
  7. Pemberitahuan pihak terkait. Jika diperlukan, jurnal akan menginformasikan keputusan retraksi kepada institusi penulis dan lembaga pengindeks.

Penulis yang artikelnya ditarik karena pelanggaran etika berat dapat dikenai sanksi berupa larangan mengirimkan naskah ke jurnal ini untuk jangka waktu tertentu sesuai keputusan Dewan Redaksi.

3. Penarikan Naskah oleh Penulis Sebelum Terbit (Withdrawal)

Penulis dapat menarik naskah selama masih dalam proses review dengan mengajukan permohonan tertulis beserta alasannya kepada Dewan Redaksi. Penarikan naskah setelah dinyatakan diterima atau dijadwalkan terbit hanya dapat dilakukan atas persetujuan Dewan Redaksi.

4. Diskusi Pasca Penerbitan

Jurnal ini mendorong diskusi ilmiah terhadap artikel yang telah diterbitkan untuk mendukung transparansi dan pengembangan penelitian. Pembaca dapat menyampaikan komentar, pertanyaan, kritik, atau masukan terhadap artikel yang telah terbit melalui saluran berikut:

  1. Komentar pada halaman artikel. Pembaca dapat menuliskan komentar langsung pada halaman artikel di situs jurnal (mungkin memerlukan registrasi).
  2. Surat kepada Redaksi (Letter to the Editor). Pembaca dapat mengirimkan tanggapan atau kritik tertulis kepada Dewan Redaksi melalui email jurnal dengan menyebutkan judul artikel yang dibahas.

Seluruh komentar dan surat yang masuk akan ditelaah oleh Dewan Redaksi sebelum ditampilkan. Komentar harus relevan dengan isi artikel, bersifat akademis, santun, serta bebas dari serangan pribadi, pencemaran nama baik, atau promosi komersial. Dewan Redaksi berhak menolak komentar yang tidak memenuhi kriteria tersebut.

Apabila komentar atau surat mengangkat persoalan substantif, Dewan Redaksi akan meneruskannya kepada penulis korespondensi untuk diberikan kesempatan menanggapi. Surat dan tanggapan penulis yang relevan dapat diterbitkan di jurnal dan ditautkan ke artikel asli.

Apabila diskusi pasca penerbitan mengungkap adanya kesalahan atau masalah etika, Dewan Redaksi akan menindaklanjutinya sesuai prosedur koreksi dan penarikan kembali di atas.