Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Nelayan Dalam Kepemilikan Dan Penggunaan Buku Pelaut Di Pelabuhan Perikanan Kecamatan Blanakan
Kata Kunci:
Buku Pelaut, Blanakan Subang, Pelabuhan, Perikanan Tingkat KepatuhanAbstrak
Nelayan sebagai pelaku utama dalam kegiatan perikanan tangkap diwajibkan untuk mematuhi berbagai ketentuan administrasi, salah satunya kepemilikan dan penggunaan Buku Pelaut. Buku Pelaut berfungsi sebagai dokumen identitas, bukti pengalaman kerja, serta sarana perlindungan keselamatan dan hukum. Namun, tingkat kepatuhan nelayan terhadap kepemilikan dan penggunaan Buku Pelaut masih menunjukkan variasi, khususnya di Pelabuhan Perikanan Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis tingkat kepatuhan nelayan; (2) menganalisis pengaruh pendidikan, pengetahuan, sosialisasi kebijakan, pengawasan, dan persepsi manfaat terhadap kepatuhan nelayan; serta (3) mengidentifikasi faktor yang paling dominan mempengaruhi kepatuhan nelayan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berjumlah 320 nelayan aktif, dengan sampel sebanyak 76 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan nelayan berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan persentase sebesar 71,80%. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa pendidikan (Sig. 0,048), pengetahuan (Sig. 0,000), sosialisasi kebijakan (Sig. 0,006), pengawasan (Sig. 0,022), dan persepsi manfaat (Sig. 0,010) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan nelayan. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan nelayan dengan nilai F hitung sebesar 38,742 dan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,728 menunjukkan bahwa 72,8% variasi kepatuhan nelayan dapat dijelaskan oleh model penelitian, sedangkan 27,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Variabel pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi tingkat kepatuhan nelayan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi instansi terkait dalam merumuskan kebijakan dan program pembinaan yang lebih efektif guna meningkatkan kepatuhan nelayan terhadap kepemilikan dan penggunaan Buku Pelaut.
Referensi
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T
Badan Keamanan Laut Republik Indonesia. (2020).
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, And Mixed Methods Approaches (4th Ed.). Sage Publications.
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. (2019). Petunjuk Teknis Keselamatan Dan Kelayakan Kapal Perikanan. Kementerian Kelautan Dan Perikanan Ri.
Edward III, G. C. (1980). Implementing public policy. Washington, DC: Congressional Quarterly Press.
Firdaus, R. M. (2024). Analisis Pelaksanaan Sijil Online Pada Mutasi Awak Kapal Di Pt Berlian Laju Tanker Tbk. Semarang. Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gujarati, D. N. (2003). Basic econometrics (4th ed.). New York: McGraw-Hill.
Handoko, T. H. (2012). Manajemen (Edisi 2). Yogyakarta: BPFE.
Hidayat, A., Prasetyo, B., & Nugroho, S. Peran pengawasan dalam meningkatkan kepatuhan nelayan terhadap regulasi perikanan. Marine Policy Journal, 45(1), 55–63.Putra, I. F. (2025).
Hidayat, R. (2020). Pengaruh Kepemilikan Dokumen Kapal Terhadap Keselamatan Pelayaran Nelayan. Jurnal Sosial Maritim, 7(1), 45–55. Https://Doi.Org/10.1234/Jsm.V7i1.456
Kepatuhan Pekerjaterhadap Kebijakan Pemakaian Alatpelindung Diri (Apd) Untuk Pencegahanpenyakit Akibat Kerja. Health Information. Kendari. Jurnal Penelitian, 15 (3).
Kusnadi. (2009). Keberdayaan nelayan dan dinamika sosial ekonomi pesisir. Yogyakarta: LKiS.
Lestari, A. (2023).Pengaruh Penerapan Sistem Buku Pelaut Online Terhadap Prosespenerbitan Buku Pelaut Di Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Surabaya. Jurnal Maritim Malahayati (Jumma), 6, (1).
Likert, R. (1932). A technique for the measurement of attitudes. Archives of Psychology, 22(140), 1–55.
Lioso, C. D. (2025). Keselamatan Dan Keamanan Pelayaran Di Laut Menurut Hukum Laut Di. Lex Administratum. Jurnal Fakultas Hukum Unsrat, 13 (2).
Mazmanian, D. A., & Sabatier, P. A. (1983). Implementation And Public Policy. Glenview, Il: Scott, Foresman.
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nuzulul, K. (2023). Pengaruh Media Sosial Terhadap Minat Baca. Mahasiswa Fakultas Sains Dan Teknologi Uin Maulana Ibrahim. Unversitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Fakultas Sains Dan Teknologi.
Pedoman Buku Laut Untuk Kapal Perikanan. Jakarta: Bakamla Ri.
Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan No 59 Tahun 2014 Larangan Penangkapan.
Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 58/Permen-Kp/2019 Tentang Buku Laut Bagi Kapal Perikanan.
Perubahan Ketiga Terhadap Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran Adalah Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024.
Putra, R. A. (2020). Pengaruh pengetahuan dan sosialisasi terhadap kepatuhan nelayan dalam pemenuhan administrasi perikanan. Jurnal Ilmu Kelautan, 25(2), 112–120.
Rahman, A. (2018). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan nelayan terhadap regulasi perikanan. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 13(1), 45–56.
Robbins, S. P. (2013). Organizational behavior (15th ed.). New Jersey: Pearson Education.
Sari, A., & Ramdani, H. (2021). Evaluasi Efektivitas Regulasi Dokumen Kapal Perikanan Dalam Upaya Menekan Risiko Kecelakaan Laut. Jurnal Hukum Kelautan Dan Perikanan, 5(2), 89–102. Https://Doi.Org/10.5678/Jhkp.V5i2.789
Satria, A. (2015). Pengantar sosiologi masyarakat pesisir. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Siagian, R. H. (2022). Perjanjian Kerja Laut Sebagai Jaminan Keselamatan Para Tenaga Kerja Atau Pelaut, Aufklarung. Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 2 (4).
Siagian, S. P. (2014). Manajemen sumber daya manusia. Jakarta: Bumi Aksara.
Siregar, M., & Lubis, A. (2019). Tingkat kepatuhan nelayan terhadap administrasi perizinan penangkapan ikan. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 11(2), 89–98.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono, P. D. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif , Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta Bandung.
Susanto, D. (2022). Analisis kepemilikan dokumen keselamatan kerja nelayan. Jurnal Perikanan Nusantara, 7(1), 33–41.
Sutriana, L. (2022). Seaman's Book Information System In Public Services In The Maritime Sector Asia-Pacific. Journal Of Public Policy, 8 (2).
Tyler, T. R. (1990). Why people obey the law. New Haven: Yale University Press.
Utami, C. W. (2024). Analisis Kepatuhan Kerja Anggota Di Polsek Pademangan. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora (Jurrish), 3 (1) .
Umar, H. (2013). Metode penelitian untuk skripsi dan tesis bisnis. Jakarta: Rajawali Pers.
Waruwu, M. (2025). Metode Penelitian Kuantitatif: Konsep, Jenis, Tahapan Dan Kelebihan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan , Vol. 1, No 1.

