Gangguan Muskuloskeletal Terkait Pekerjaan (WMSD) dan Produktivitas Kerja di Kalangan Karyawan Universitas: Sebuah Studi Eksploratif Lintas Sektoral

Penulis

  • Dela Fariha Fuadi Institut Kesehatan Hermina
  • Andrew Wijaya Saputra Institut Kesehatan Hermina
  • Cicilia Febriani Hayuningrum Institut Kesehatan Hermina
  • Nesi Nesi Institut Kesehatan Hermina
  • Putri Karina Syafitri Institut Kesehatan Hermina

DOI:

https://doi.org/10.52188/ijpess.v6i2.2153

Kata Kunci:

Gangguan Muskuloskeletal Terkait Pekerjaan, Ketidakhadiran, Kehadiran di Tempat Kerja Meskipun Sakit, Faktor Risiko Ergonomis, Fisioterapi

Abstrak

Tujuan penelitian. Gangguan muskuloskeletal terkait pekerjaan (WMSD) sangat umum terjadi di kalangan pekerja kantor dan telah dikaitkan dengan penurunan produktivitas kerja. Namun, bukti yang meneliti risiko ergonomis dan produktivitas kerja secara bersamaan di antara karyawan universitas masih terbatas, terutama di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko potensial untuk WMSD dan meneliti hubungannya dengan produktivitas kerja di antara karyawan universitas.

Bahan dan metode. Studi cross-sectional eksploratif ini melibatkan 30 karyawan universitas yang dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan. WMSD dinilai menggunakan Nordic Body Map (NBM), dan produktivitas (termasuk absensi dan presenteeisme) diukur dengan Kuesioner Kinerja Kesehatan dan Kerja Organisasi Kesehatan Dunia (HPQ). Risiko ergonomis dievaluasi menggunakan Rapid Office Strain Assessment (ROSA). Data dianalisis dengan statistik deskriptif, serta uji Fisher’s Exact dan Mann-Whitney U (p<0,05).

Hasil. Gangguan muskuloskeletal terkait pekerjaan (WMSD) yang paling umum adalah nyeri punggung bawah (LBP) (70%), nyeri leher bagian atas (UNP) (66,7%), dan nyeri bahu kanan (RSP) (53,3%). Risiko ergonomis secara signifikan terkait dengan LBP (p=0,021). UNP dikaitkan dengan penurunan kinerja kerja (p=0,038) dan peningkatan ketidakhadiran (p=0,013), sedangkan LBP juga dikaitkan dengan tingkat ketidakhadiran yang lebih tinggi (p=0,037).

Kesimpulan. Temuan ini menunjukkan bahwa WMSD, khususnya di leher dan punggung bawah, dikaitkan dengan penurunan produktivitas kerja. Meningkatkan ergonomi tempat kerja dapat membantu mengurangi masalah ini dan meningkatkan kinerja kerja.

Diterbitkan

2026-06-16

Cara Mengutip

Fuadi, D. F., Saputra, A. W., Hayuningrum, C. F., Nesi, N., & Syafitri, P. K. (2026). Gangguan Muskuloskeletal Terkait Pekerjaan (WMSD) dan Produktivitas Kerja di Kalangan Karyawan Universitas: Sebuah Studi Eksploratif Lintas Sektoral. Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science, 6(2), 496-509. https://doi.org/10.52188/ijpess.v6i2.2153