Analisis Perbedaan Keterampilan Servis, Smash, Blok, dan Chop antara Atlet Tenis Meja Putra dan Putri di Kabupaten Kolaka
DOI:
https://doi.org/10.52188/ijpess.v6i2.2070Kata Kunci:
Tenis Meja, Teknik Dasar, Atlet Pelajar, Perbedaan Gender, Program Pembinaan, Evaluasi KeterampilanAbstrak
Tujuan studi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil keterampilan dasar tenis meja atlet pelajar di Kabupaten Kolaka dan membandingkan performa atlet putra dan putri pada empat komponen teknik dasar yaitu serve, smash, block, dan chop.
Bahan dan metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sebanyak 25 atlet pelajar (13 putra dan 12 putri) dari program latihan tenis meja Kabupaten Kolaka mengikuti penelitian tersebut. Keterampilan teknis dasar dinilai menggunakan instrumen yang telah divalidasi yang mencakup empat komponen: servis, smash, blok, dan potong. Statistik deskriptif digunakan untuk mengidentifikasi profil keterampilan secara keseluruhan, sedangkan uji sampel independen dilakukan untuk membandingkan atlet putra dan putri di setiap komponen. Ukuran efek dihitung menggunakan Cohen's d, dan interval kepercayaan 95% dilaporkan untuk melengkapi pengujian signifikansi.
Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para atlet umumnya berada pada tingkat kemahiran teknik dasar menengah. Di antara keempat komponen tersebut, servis mempunyai nilai rata-rata yang paling tinggi, sedangkan komponen keterampilan yang paling lemah adalah pukulan. Perbedaan signifikan antara atlet putra dan putri terdapat pada smash (p = .031, d = 0.92) dan chop (p = .021, d = 0.99), dimana atlet putra memperoleh skor lebih tinggi pada kedua komponen tersebut. Sebaliknya, tidak ada perbedaan signifikan yang diamati pada servis (p = 0,231) dan blok (p = 0,598). Perbandingan skor total menunjukkan besaran efek sedang hingga besar (d = 0,67), meskipun perbedaannya tidak mencapai signifikansi statistik (p = 0,109), yang menunjukkan bahwa hasil tersebut harus diinterpretasikan dengan hati-hati.
Kesimpulan. Atlet pelajar di Kabupaten Kolaka secara umum menunjukkan kemampuan dasar tenis meja tingkat menengah, dengan kinerja yang lebih kuat dalam melakukan servis dan kinerja yang lebih lemah dalam memukul. Perbedaan atlet putra dan putri tidak terlihat pada seluruh komponen keterampilan, namun lebih terlihat pada smash dan chop. Temuan-temuan ini memberikan dasar empiris awal untuk mengevaluasi kinerja atlet dan untuk mendukung praktik pembinaan yang lebih tepat sasaran dalam konteks lokal. Namun, hasil ini harus diinterpretasikan dengan hati-hati karena ukuran sampel yang relatif kecil dan desain penelitian cross-sectional.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Rahedin Suwo, Nofi Marlina Siregar, Novri Asri

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



