Pengaruh Model Pendidikan Olahraga terhadap Kecerdasan Interpersonal Siswa Sekolah Dasar dalam Pembelajaran Bola Voli
DOI:
https://doi.org/10.52188/ijpess.v6i1.1977Kata Kunci:
Model Pendidikan Olahraga, kecerdasan interpersonal, pendidikan jasmani, bola voli, sekolah dasar, pembelajaran sosial-emosionalAbstrak
Tujuan penelitian. Pendidikan kontemporer menekankan pengembangan siswa secara holistik, termasuk kompetensi sosial dan emosional seperti kecerdasan interpersonal. Namun, penelitian tentang integrasi Pembelajaran Sosial dan Emosional (SEL) ke dalam pendidikan jasmani melalui model pedagogis terstruktur masih terbatas, khususnya dalam konteks pendidikan non-Barat seperti Indonesia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Model Pendidikan Olahraga (SEM) terhadap peningkatan kecerdasan interpersonal siswa sekolah dasar dalam pengajaran voli.
Bahan dan metode. Desain eksperimental sejati dengan struktur kelompok kontrol pretest-posttest digunakan. Sampel terdiri dari 64 siswa kelas 5 dari SDN Cidadap 3, dibagi menjadi kelompok eksperimen (n=32) yang diajarkan menggunakan SEM dan kelompok kontrol (n=32) yang diajarkan menggunakan pengajaran langsung konvensional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kecerdasan interpersonal yang telah divalidasi dan dianalisis secara statistik menggunakan uji t sampel berpasangan.
Hasil. Hasil menunjukkan bahwa kedua kelompok menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor kecerdasan interpersonal. Namun, peningkatan pada kelompok eksperimen (+16 poin) jauh lebih besar daripada pada kelompok kontrol (+4 poin).
Kesimpulan. Temuan ini menunjukkan bahwa SEM secara signifikan lebih efektif dalam mengembangkan kompetensi interpersonal siswa seperti empati, komunikasi, kerja sama, dan keterampilan sosial dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Implikasi: Secara teoritis, studi ini berkontribusi pada literatur tentang model pedagogis dalam pendidikan jasmani dengan menunjukkan potensi SEM sebagai kerangka kerja untuk mengintegrasikan SEL ke dalam pengajaran olahraga. Secara praktis, temuan ini mendorong guru pendidikan jasmani untuk mengadopsi SEM untuk menumbuhkan kecerdasan interpersonal siswa, khususnya di lingkungan sekolah dasar di mana perkembangan sosial-emosional sangat penting. Para pembuat kebijakan dan pengembang kurikulum harus mempertimbangkan untuk mendukung implementasi SEM melalui pengembangan profesional dan sumber daya untuk memaksimalkan peran pendidikan jasmani dalam pengembangan siswa secara holistik.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Faiz Faozi, Debi Krisna Irawan, Sri Sundari, Alifudien Putra Setia, Syamsul Bahri

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



