Menyelaraskan Pariwisata Olahraga dengan SDGs: Tata Kelola Pacuan Kuda Tradisional di Aceh Tengah

Penulis

  • Yoki Afriandy Rangkuti Universitas Samudra
  • M. Fadli Dongoran Universitas Musamus Merauke
  • Novriansyah Novriansyah Universitas Samudra
  • Arti Kurniaty Bangun Universitas Samudra
  • Brema Bangun University Berastagi

DOI:

https://doi.org/10.52188/ijpess.v6i1.1960

Kata Kunci:

Pariwisata Olahraga Budaya, Pacuan Kuda Tradisional, Dampak Sosial Ekonomi, Partisipasi Masyarakat, Tata Kelola Pariwisata, Pembangunan Berkelanjutan

Abstrak

Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak sosial-ekonomi dari suatu acara wisata olahraga berbasis budaya, khususnya festival pacuan kuda tradisional di Aceh Tengah, dan untuk mengidentifikasi isu-isu tata kelola yang memengaruhi keberlanjutan dampaknya. Fokus utama penelitian ini terletak pada pengembangan wisata olahraga dan pertumbuhan berkelanjutan, sementara pendidikan jasmani dan pembelajaran diposisikan sebagai implikasi konseptual dari temuan, khususnya dalam memperkuat literasi keberlanjutan dan kesadaran budaya lokal.
Bahan dan metode. Desain metode campuran dengan triangulasi data digunakan, menggabungkan survei kuantitatif terhadap penduduk lokal dan pelaku bisnis dengan data kualitatif yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Diskusi Kelompok Fokus (FGD) untuk menangkap pola statistik dan pengalaman komunitas kontekstual. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan tabulasi silang, sedangkan data kualitatif diperiksa melalui pengkodean naratif tematik. Instrumen penelitian dikembangkan berdasarkan Teori Pertukaran Sosial dan model Input-Output, dan diuji validitas isinya menggunakan Aiken’s V dan reliabilitasnya menggunakan Cronbach’s alpha.

Hasil. Temuan menunjukkan manfaat ekonomi jangka pendek yang signifikan: 68% pelaku bisnis melaporkan peningkatan pendapatan, dan 57% responden mencatat terciptanya lapangan kerja sementara selama acara tersebut. Namun, tekanan inflasi lokal diamati, dengan harga komoditas penting naik sekitar 10–15% selama periode puncak. Dari perspektif sosial budaya, 72% responden melaporkan peningkatan kebanggaan komunitas, dan lebih dari 40% penduduk berpartisipasi dalam kegiatan atau pertunjukan organisasi selama acara tersebut. Perbaikan infrastruktur diakui oleh 61% responden, meskipun kekhawatiran mengenai keberlanjutan jangka panjang tetap ada. Dalam hal tata kelola, hanya 38% responden yang merasa bahwa suara masyarakat terwakili secara memadai dalam proses perencanaan.
Kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa acara pacuan kuda tradisional memiliki potensi yang kuat sebagai katalis sosial ekonomi dalam pengembangan pariwisata olahraga berbasis budaya. Meskipun demikian, penguatan tata kelola inklusif, implementasi strategi pasca-acara, dan memastikan distribusi manfaat yang adil sangat penting untuk mencegah dampak terbatas pada periode acara saja, sekaligus memberikan implikasi yang berarti bagi pendidikan jasmani dan pembelajaran olahraga yang berorientasi pada keberlanjutan.

Diterbitkan

2026-03-13

Cara Mengutip

Rangkuti, Y. A. ., Dongoran, M. F. ., Novriansyah, N., Bangun, A. K. ., & Bangun, B. . (2026). Menyelaraskan Pariwisata Olahraga dengan SDGs: Tata Kelola Pacuan Kuda Tradisional di Aceh Tengah. Indonesian Journal of Physical Education and Sport Science, 6(1), 88-103. https://doi.org/10.52188/ijpess.v6i1.1960

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama