Inovasi Pemanasan dengan Lompat Tali: Analisis Komparatif Kecepatan Siswa Sekolah Bilingual di Tiongkok
DOI:
https://doi.org/10.52188/ijpess.v5i4.1738Kata Kunci:
Pemanasan, Skipping, Kecepatan Lari, Pendidikan Jasmani, Siswa Sekolah Bilingual Tiongkok, Quasi-EksperimenAbstrak
Tujuan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan inovatif pemanasan lompat tali untuk meningkatkan kecepatan lari siswa di sekolah bilingual di Tiongkok.
Bahan dan Metode. Dengan menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dan desain pretest-posttest, penelitian ini melibatkan 21 siswa kelas sembilan, terdiri dari 13 perempuan dan 8 laki-laki. Pemanasan terdiri dari berbagai latihan lompat tali selama 5 menit, diikuti dengan tes lari 100 meter.
Hasil. Hasil menunjukkan penurunan waktu lari rata-rata setelah pemanasan, tetapi perbedaan ini tidak signifikan secara statistik (p = 0,085). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun latihan lompat tali dapat meningkatkan kebugaran fisik secara keseluruhan, kelelahan yang dialami siswa selama pemanasan dapat mengurangi dampaknya pada kecepatan lari. Faktor-faktor seperti durasi pemanasan yang singkat, intensitas tinggi, dan perbedaan tingkat kebugaran siswa merupakan alasan utama mengapa hasilnya tidak mencapai signifikansi yang diharapkan. Selain itu, cuaca musim panas Shanghai, dengan suhu dan kelembapan yang tinggi, dapat memperburuk tingkat kelelahan selama pemanasan, yang pada gilirannya dapat mengurangi efektivitas latihan fisik.
Kesimpulan. Studi ini menunjukkan perlunya menyesuaikan durasi dan intensitas latihan untuk mengoptimalkan hasil latihan pemanasan dengan lompat tali, serta pentingnya mempertimbangkan faktor motivasi siswa dalam meningkatkan kecepatan secara signifikan.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2025 Eghie Marvianissa, Mochamad Ridwan, Muchamad Arif Al Ardha

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





