Tingkat Kesadaran Berolahraga Di Kalangan Santri Pondok Pesantren An-Nur Buntet Cirebon
DOI:
https://doi.org/10.52188/jendelaaswaja.v7i1.2261Kata Kunci:
Kesadaran Berolahraga, Santri, Pondok Pesantren, Aktivitas FisikAbstrak
Tujuan penelitian. Kesadaran berolahraga merupakan salah satu aspek penting dalam upaya menjaga kesehatan fisik dan mental, terutama pada remaja yang berada dalam lingkungan pendidikan berasrama seperti pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesadaran berolahraga santri Pondok Pesantren An-Nur Buntet Cirebon yang meliputi aspek pengetahuan, sikap terhadap aktivitas olahraga, serta menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan antara santri putra dan santri putri.
Bahan dan metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 40 santri. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang terdiri dari 17 butir pertanyaan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, penentuan kategori berdasarkan nilai mean dan standar deviasi, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene’s Test, serta uji perbedaan menggunakan independent sample t-test.
Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan, sikap, partisipasi, dan dukungan pesantren terhadap kesadaran berolahraga santri berada pada kategori sedang. Selain itu, hasil uji hipotesis menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan santri putra dan santri putri mengenai kesadaran berolahraga (sig. 0,129 > 0,05).
Kesimpulan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa informasi empiris mengenai tingkat kesadaran berolahraga santri serta dapat menjadi dasar dalam pengembangan program olahraga yang lebih terarah dan berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Referensi
Akbar, R. N. (2018). Olahraga di lingkungan pondok pesantren. Prosiding Seminar Nasional IPTEK Olahraga (SENALOG).
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry & research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Harida, E. S. (2025). Sumber data dan instrumen penelitian [Makalah mata kuliah Metodologi Penelitian].
Herdiyan Wijaya, D., Hudah, M., & Kresnapati, P. (2020). Tingkat kebugaran jasmani pada santri putra usia 12-16 tahun di Pondok Pesantren Addainuriyah 2 Pedurungan Semarang (Vol. 2). Universitas PGRI Semarang.
Hidayat, C., Rohyana, A., Afif, U. M., & Rahmat, A. A. (2021). Aktivitas edukasi penanaman perilaku hidup bersih dan sehat Mesjid Al-Munir selama pandemi Covid-19. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 77–81. https://doi.org/10.31949/jb.v2i1.623
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan terjemahannya: Edisi penyempurnaan 2019. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
Maulana, M. Z., & Iryani, N. (2025). Efektifitas dan dampak revitalisasi pasar dalam peningkatan kesejahteraan pedagang di Kota Padang Panjang: Uji Wilcoxon. Jurnal Ekonomi Manajemen dan Bisnis (Ekonomipedia), 3(2), 472–482.
Musthofa, M. A. (2025). Kesalahan umum dalam perumusan masalah penelitian pendidikan dan cara menghindarinya. General and Specific Research, 5(2), 59–73.
Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan (Cetakan II). Jakarta: Rineka Cipta.
Nurhaswinda, Zulkifli, A., Gusniati, J., Zulefni, M. S., Afendi, R. A., Asni, W., & Fitriani, Y. (2025). Tutorial uji normalitas dan uji homogenitas dengan menggunakan aplikasi SPSS. Jurnal Cahaya Nusantara, 1(2), 55–68.
Rambe, A. R. M., & Fadhillah, S. A. (n.d.). Prestasi, olahraga, dan rekreasi: Metode pembelajaran partisipatif di kelas.
Ramadhany, H. (2022). Pentingnya kesadaran masyarakat dalam berolahraga senam terhadap peningkatan kebugaran jasmani.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Syuhada. (2020). Dimensi kognitif dan afektif kesadaran hukum. LEGITIMASI: Jurnal Hukum Pidana dan Politik Hukum, 9(1), 133. https://doi.org/10.22373/legitimasi.v9i1.7330
Wakitayanti, N. A., & Hartono, M. (2021). Motivasi dan kesadaran hidup sehat masyarakat untuk berolahraga pada masa new normal di Kota Semarang.
Wijaya, D. H., Hudah, M., & Kresnapati, P. (2021). Tingkat kebugaran jasmani pada santri putra usia 12–16 tahun di Pondok Pesantren Addainuriyah 2 Pedurungan Semarang. Journal of Physical Activity and Sports (JPAS), 2(1), 29–37. https://doi.org/10.53869/jpas.v2i1.73
World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour. Geneva: World Health Organization.

