Edukasi Reflektif dalam Membangun Kesadaran Siswa sebagai Strategi Anti-Bullying di MTs Nurul Falah Desa Durajaya
DOI:
https://doi.org/10.52188/psnpm.v5i1.1681Kata Kunci:
Edukasi_Reflektif, Bullying, Kesadaran_Siswa, EmpatiAbstrak
Bullying masih menjadi masalah serius di sekolah dan sering dianggap wajar oleh siswa. Kondisi ini ditemukan di MTs Nurul Falah Desa Durajaya, di mana perilaku mengejek dan memanggil dengan julukan dianggap sekadar candaan. Program pengabdian ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan empati siswa melalui strategi edukasi reflektif yang menekankan pada pengalaman langsung dan pemaknaan pribadi. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dalam tiga tahap utama, yaitu: (1) penyadaran melalui sosialisasi dan diskusi kelompok, (2) pengembangan empati melalui role-play dan penulisan jurnal reflektif, serta (3) aksi nyata berupa kampanye anti-bullying yang dirancang dan dipresentasikan oleh siswa sendiri. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan pada pola pikir siswa: sebelum program, sebagian besar siswa bersikap pra-reflektif dengan menormalisasi bullying; setelah kegiatan, mereka menunjukkan kesadaran kritis, peningkatan empati, dan inisiatif untuk menolak serta mencegah bullying. Pendekatan edukasi reflektif terbukti efektif dalam mengintegrasikan aspek kognitif, emosional, dan perilaku, sehingga layak dijadikan strategi alternatif dalam membangun budaya sekolah yang aman, humanis, dan inklusif.

