Sosialisasi Diversifikasi Produk Olahan Berbasis Ikan Lele Untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Sigumuru

DOI:

https://doi.org/10.52188/psnpm.v5i1.1637

Kata Kunci:

diversifikasi, ikan lele, keberlanjutan usaha, keterampilan, pendapatan, pengetahuan

Abstrak

Desa Sigumuru merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan Provinsi Sumatera Utara. Salah satu mata pencaharian masyarakat di desa ini adalah membudidayakan ikan lele. Akan tetapi, budidaya ikan lele yang dilakukan oleh masyarakat tidak optimal. Masalah yang dihadapi oleh masyarakat Desa Sigumuru dalam budidaya ikan lele adalah permasalahan aspek manajemen, yaitu kurangnya keterampilan dalam mengolah ikan lele menjadi produk olahan dan permasalahan aspek produksi, yaitu rendahnya pendapatan para pembudidaya dalam penjualan ikan lele. Untuk itu, diperlukan usaha untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Tim PKM menawarkan solusi berupa pelaksanaan sosialisasi diversifikasi produk olahan berbasis ikan lele seperti: pecal lele, bakso lele, dan sate lele serta pemasarannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Sigumuru khususnya para pembudidaya ikan lele dalam mengolah ikan lele menjadi produk olahan makanan guna meningkatkan taraf hidup mereka. Solusi yang ditawarkan diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi dan nilai jual ikan lele serta memberikan nilai tambah produk. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah survey lokasi, sosialisasi, demonstrasi, pemasaran, dan monitoring. Peserta kegiatan ini adalah personil Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Sigumuru Jaya yang berjumlah 12 orang. Durasi pelaksanaan kegiatan adalah 8 bulan. Metode evaluasi dilakukan dengan pre-test, post-test, angket prefensi, dan angket monitoring. Hasil kegiatan PKM ini menunjukkan peningkatan pada luaran keberdayaan masyarakat, yakni: peningkatan pengetahuan sebesar 92,5%, peningkatan keterampilan sebesar 95%, peningkatan keberlanjutan usaha sebesar 87,5%, dan peningkatan pendapatan sebesar 90%. Hasil angket prefensi menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat (50%) memilih pecal lele sebagai produk olahan ikan lele yang paling diminati karena rasanya enak (37,5%). Hasil angket monitoring menunjukkan skor penilaian sebesar 75. Artinya, keberhasilan kegiatan PKM ini mencapai 88,24%. Pecal lele merupakan makanan yang paling diminati masyarakat. Dengan demikian, tim PKM merekomendasikan agar mitra sasaran semakin meningkatkan produksi pecal lele guna meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan usaha mereka.

Diterbitkan

2025-11-07

Cara Mengutip

Sosialisasi Diversifikasi Produk Olahan Berbasis Ikan Lele Untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Sigumuru. (2025). Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat, 5(1), 211-222. https://doi.org/10.52188/psnpm.v5i1.1637

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.