Pendekatan Pemodelan Campuran Linier Integratif untuk Performa Memukul dalam Kriket: Memeriksa Peluang Bola, Produksi Lari, Konteks Pertandingan, dan Variabilitas Individu
DOI:
https://doi.org/10.52188/ijpess.v6i2.2069Kata Kunci:
Pukulan Kriket, Model Campuran Linier, Konteks Pertandingan, Jalankan Produksi, Analisis OlahragaAbstrak
Tujuan Studi. Evaluasi pukulan dalam kriket masih didominasi oleh indikator konvensional seperti skor total, yang berpotensi menyederhanakan mekanisme pembentukan kinerja dan gagal mengintegrasikan hubungan antara bola, lari, jenis lari, inning, jenis pertandingan, dan variasi individu atlet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik distribusi performa, hubungan antara jenis lari dan inning, serta pengaruh konteks pertandingan dengan menggunakan kerangka analisis integratif.
Bahan dan metode. Penelitian ini menggunakan desain observasional retrospektif dengan pendekatan total-event sampling pada 601 observasi batting yang valid dari seluruh event pertandingan yang tersedia. Analisis dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif, visualisasi distribusi kinerja, uji Chi-Square, dan Linear Mixed Model (LMM). Pendekatan LMM digunakan untuk mengakomodasi struktur data bertingkat, pengukuran berulang, efek tetap, dan variasi individu atlet sebagai efek acak.
Hasil. Hasilnya menunjukkan heterogenitas yang tinggi dalam performa pukulan, ditandai dengan variasi yang signifikan dalam distribusi bola dan lari. Skor batas (4 run dan 6 run) berkontribusi lebih besar terhadap skor dibandingkan single run, menunjukkan kecenderungan strategi bermain agresif dalam mencetak gol. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis lari dan inning, meskipun besaran pengaruhnya relatif kecil. Hasil Model Campuran Linier menunjukkan bahwa jenis pertandingan dan inning tidak berpengaruh signifikan setelah memperhitungkan variasi individu atlet.
Kesimpulan. Performa pukulan kriket merupakan fenomena multidimensi yang dibentuk oleh interaksi dinamis antara peluang bermain, efisiensi penilaian, konteks pertandingan, dan karakteristik individu atlet. Temuan ini menunjukkan bahwa dinamika individu berkontribusi lebih besar terhadap pembentukan kinerja dibandingkan konteks pertandingan secara umum, sehingga mendukung penggunaan pendekatan integratif dan model bertingkat dalam analisis kinerja olahraga modern.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Hak Cipta (c) 2026 Nurrul Riyad Fadhli, Imam Hariadi, Taufik Taufik, Andryas Yuniarto, Nanda Dwi Yanto

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

