Peran Dukungan Keluarga dalam Mengurangi Risiko Drop Out Akibat Kesulitan Belajar
DOI:
https://doi.org/10.52188/counselivee.v2i1.2308Keywords:
dukungan keluarga, kesulitan belajar, drop outAbstract
Di Indonesia, data putus sekolah relatif tinggi dan berada di posisi kedua negara dengan
persentase tingkat putus sekolah yang tinggi. Pemerintah belum mampu mengatasinya. Oleh
karena itu, perlu diperiksa faktor-faktor apa saja yang menyebabkan anak-anak putus sekolah
menengah, baik pada tahun pertama, kedua maupun terakhir. Kesulitan belajar yang dialami siswa
sering kali menjadi pemicu utama, diperparah oleh faktor motivasi rendah, tekanan akademik,
serta keterbatasan dukungan lingkungan sekolah. Artikel ini bertujuan untuk meninjau peran
dukungan keluarga dalam mengurangi risiko drop out akibat kesulitan belajar melalui pendekatan
systematic literature review. Kajian dilakukan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah,
termasuk jurnal pendidikan, dan artikel penelitian yang relevan. Hasil telaah menunjukkan bahwa
dukungan keluarga—baik berupa perhatian emosional, pendampingan belajar, maupun bantuan
ekonomi—berperan signifikan dalam meningkatkan motivasi dan ketahanan siswa menghadapi
kesulitan akademik Selain itu, penelitian lain menegaskan bahwa keterlibatan orang tua dalam
proses pendidikan mampu menekan angka putus sekolah secara konsisten . Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa dukungan keluarga merupakan faktor protektif yang penting dalam
mencegah drop out akibat kesulitan belajar, sehingga kolaborasi antara sekolah dan keluarga perlu
diperkuat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif dan berdaya dukung