PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT ACTIVE LEARNING (SAL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS IV PADA MATERI PERUBAHAN WUJUD BENDA
DOI:
https://doi.org/10.52188/jipda.v2i1.2294Kata Kunci:
Student Active Learning (SAL), kemampuan berpikir kreatif, pembelajaran kooperatifAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Active Learning (SAL) terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas IV sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif agar siswa mampu menghasilkan ide yang bervariasi, orisinal, dan terperinci dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas IVA sebagai kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan model SAL dan kelas IVB sebagai kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan meliputi tes kemampuan berpikir kreatif dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model SAL mencapai 95% pada setiap pertemuan dengan kategori sangat baik. Nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 16,47 meningkat menjadi 58,08 pada posttest, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 27,94 menjadi 42,35. Hasil analisis N-Gain menunjukkan nilai rata-rata 0,503 (kategori sedang) pada kelas eksperimen dan 0,202 (kategori rendah) pada kelas kontrol. Uji Independent Sample t-test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penerapan model SAL terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Dengan demikian, model SAL berpengaruh positif dalam menstimulasi indikator fluency, flexibility, originality, dan elaboration serta menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, dan kolaboratif.











