PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA SISWA KELAS IV DALAM PEMBELAJARAN IPAS MATERI WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA DI SDN 1 LEMAHABANG KULON KABUPATEN CIREBON
DOI:
https://doi.org/10.52188/jipda.v1i2.1827Kata Kunci:
Quantitative; Critical Thinking Ability; Inquiry Learning Model.Abstrak
Kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas IV SDN 1 Lemahabang Kulon Kabupaten Cirebon pada pembelajaran IPAS materi wujud zat dan perubahannya masih rendah. Hal ini disebabkan model pembelajaran yang digunakan oleh guru kurang variatif sehingga siswa kurang teliti dan konsentrasi dalam berpikir kritis. Salah satu model pembelajaran kreatif dan inovatif yang bisa diterapkan adalah dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri guna menciptakan suasana pembelajaran yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis pada siswa dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran inkuiri kemampuan berpikir pada siswa kelas IV dalam pembelajaran IPAS materi wujud zat dan perubahannya di SDN 1 Lemahabang Kulon Kabupaten Cirebon. Jenis penelitian ini adalah penelitian pendekatan kuantitatif menggunakan metode penelitian eksperimen dengan desain penelitian pretes postes satu kelompok (One Group Pretest-Postest Design). Jumlah populasi kelas IV SDN Lemahabang Kulon Kabuaten Cirebon adalah 24 Siswa dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh, sehingga seluruh siswa dijadikan sampel penelitian. Hipotesis penelitian ini yakni: H1 = Terdapat pengaruh Model pembelajaran Inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas IV dalam pembelajaran IPAS materi wujud zat dan perubahannya di SDN 1 Lemahabang Kulon Kabupaten Cirebon. H0 =Tidak terdapat pengaruh Model pembelajaran Inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas IV dalam pembelajaran IPAS materi wujud zat dan perubahannya di SDN 1 Lemahabang Kulon Kabupaten Cirebon. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai Sig 0.001, artinya 0,001 < 0,05 dan nilai rata-rata pretest sebesar 56.4583 dan nilai rata-rata posttest sebesar 84.1667. Hal tersebut berarti H1 diterima dan H0 di tolak. Sehingga dapat disimpulkan terdapat Pengaruh model pembelajaran inkuiri kemampuan berpikir pada siswa kelas IV dalam pembelajaran IPAS materi wujud zat dan perubahannya di SDN 1 Lemahabang Kulon Kabupaten Cirebon.











