Pengaruh Konsentrasi Asam Sulfat dan Waktu Hidrolisis Terhadap Yield Bioetanol Eceng Gondok

Authors

  • Bagus Wibowo Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Sahrul Effendy A Politeknik Negeri Sriwijaya
  • Ida Febriana Politeknik Negeri Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.52188/jpfs.v9i2.2383

Keywords:

Bioetanol, Eceng Gondok, Hidrolisis Asam, Lignoselulosa, Waktu Hodrolisis

Abstract

Eceng gondok merupakan biomassa lignoselulosa invasif yang berpotensi dikonversi menjadi bioetanol, tetapi efektivitas konversinya sangat ditentukan oleh kondisi hidrolisis. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh konsentrasi asam sulfat dan waktu hidrolisis terhadap yield bioetanol serta menilai karakteristik produk. Serbuk eceng gondok dipraperlakukan dengan natrium hidroksida 0,5 M berbantuan ultrasonik pada 60 °C selama 30 menit. Biomassa dihidrolisis pada 100 °C menggunakan asam sulfat 1, 3, dan 5% selama 30, 60, 90, dan 120 menit. Hidrolisat dinetralkan hingga pH 4–5, difermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae selama 72 jam, lalu didistilasi. Peningkatan konsentrasi asam dan waktu hingga 90 menit menaikkan nilai derajat Brix, kadar etanol, dan yield; perpanjangan hingga 120 menit menurunkan seluruh parameter tersebut. Kondisi terbaik dalam rentang penelitian diperoleh pada asam sulfat 5% dan 90 menit, dengan 8,5 °Brix, kadar etanol 20% volume, dan yield 15,786%. Analisis kromatografi gas–spektrometri massa menunjukkan etanol sebagai komponen dominan dengan luas area 61,60%. Produk masih belum memenuhi mutu bioetanol bahan bakar sehingga memerlukan rektifikasi dan dehidrasi lanjutan.

Published

2026-09-30

How to Cite

Bagus Wibowo, Sahrul Effendy A, & Ida Febriana. (2026). Pengaruh Konsentrasi Asam Sulfat dan Waktu Hidrolisis Terhadap Yield Bioetanol Eceng Gondok. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Sains (JPFS), 9(2), 224-234. https://doi.org/10.52188/jpfs.v9i2.2383

Issue

Section

Articles