JUDICIAL : Journal of Indonesian Crime and Law https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/judicial <p>Journal of Indonesian Crime and Law <span data-sheets-root="1"> (JUDICIAL) adalah jurnal ilmiah yang memuat kajian-kajian akademik dan hasil penelitian dalam bidang hukum pidana, kriminologi, penegakan hukum, serta sistem peradilan pidana di Indonesia. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah diskusi ilmiah yang kritis dan konstruktif bagi akademisi, praktisi hukum, penegak hukum, serta pembuat kebijakan dalam memahami dan mengembangkan sistem hukum pidana yang adil, humanis, dan berbasis pada prinsip-prinsip keadilan sosial.</span></p> Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon id-ID JUDICIAL : Journal of Indonesian Crime and Law 3123-6855 Analisis Yuridis Mengenai Narkotika Dikaitkan DenganHukum Positif Yaitu Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2009 dan Hukum Islam https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/judicial/article/view/2226 <p>Menganalisis dan mengkaji sanksi hukum terhadap tindak kejahatan narkoba dalam perspektif hukum<br>positif dan hukum pidana Islam. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tingginya angka<br>penyalahgunaan narkotika di Indonesia serta kurangnya efek jera dari sanksi hukum yang berlaku saat<br>ini, khususnya dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Di sisi lain, hukum<br>Islam juga memiliki prinsip-prinsip yang dapat diterapkan untuk menangani kejahatan narkoba,<br>meskipun istilah narkotika tidak secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadis. Penelitian ini<br>menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif normatif. Hasil<br>penelitian menunjukkan bahwa hukum positif memberikan sanksi berat terhadap pelaku tindak pidana<br>narkotika, termasuk hukuman mati, penjara, dan rehabilitasi. Sementara itu, hukum Islam memandang<br>narkoba serupa dengan khamr karena efek memabukkannya, sehingga sanksinya dapat berupa had atau<br>ta’zir tergantung pada ijtihad ulama.</p> ALI SAID AUFARUL U Hak Cipta (c) 2026 JUDICIAL : Journal of Indonesian Crime and Law 2026-07-28 2026-07-28 1 2 10.52188/judicial.v1i2.2226 Perlindungan Hukum Bagi Konsumen dalam Transaksi Jual Beli Kendaraan Bermotor Bekas oleh Pelaku Usaha https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/judicial/article/view/2224 <p>Transaksi kendaraan bermotor bekas oleh pelaku usaha merupakan kegiatan ekonomi yang semakin marak di masyarakat. Meskipun demikian, tidak sedikit konsumen yang mengalami kerugian akibat kurangnya transparansi informasi, tidak adanya jaminan tertulis, serta lemahnya tanggung jawab hukum dari pelaku usaha terhadap kondisi barang yang dijual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana perlindungan hukum diberikan kepada konsumen dalam transaksi jual beli kendaraan bekas, serta bagaimana implementasi tanggung jawab pelaku usaha dalam praktik. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan normatif dan lapangan, melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi konsumen belum berjalan secara optimal. Banyak showroom kendaraan bekas tidak memberikan informasi secara menyeluruh dan tidak menyediakan perjanjian tertulis, sehingga konsumen berada dalam posisi lemah ketika terjadi sengketa. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan regulasi, edukasi hukum kepada konsumen, dan pengawasan terhadap pelaku usaha agar prinsip keadilan, transparansi, dan tanggung jawab dapat ditegakkan dalam transaksi kendaraan bekas.</p> afisa muftikh agus sugirto Herman suniaman Hak Cipta (c) 2026-07-29 2026-07-29 1 2 1 9 10.52188/judicial.v1i2.2224 Analisis Implementasi KUHP Baru terhadap Efektivitas Sistem Peradilan Pidana di Indonesia https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/judicial/article/view/2376 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru terhadap efektivitas sistem peradilan pidana di Indonesia. Latar belakang penelitian didasarkan pada kebutuhan reformasi hukum pidana yang lebih adaptif terhadap perkembangan sosial, politik, dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan analisis perundang-undangan serta studi komparatif terhadap KUHP lama. Data diperoleh melalui kajian dokumen hukum, literatur akademik, serta wawancara dengan praktisi hukum untuk memperkuat temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP Baru membawa sejumlah perubahan signifikan, terutama dalam aspek penyesuaian sanksi pidana, pengaturan tindak pidana baru, serta penguatan prinsip keadilan restoratif. Namun, efektivitas implementasi masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya aparat penegak hukum, resistensi budaya hukum, dan kebutuhan harmonisasi dengan peraturan lain. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan KUHP Baru dalam meningkatkan efektivitas peradilan pidana sangat bergantung pada konsistensi penerapan, kesiapan institusi, serta dukungan masyarakat.</em></p> Oktavia Damayanti akhmad Rifa'i Adam KRIYANI Hak Cipta (c) 2026 JUDICIAL : Journal of Indonesian Crime and Law 2026-07-30 2026-07-30 1 2 1 7 10.52188/judicial.v1i2.2376 Tinjauan Yuridis Mengenai Pembagian Hak Waris Anak Angkat dikaitkan oleh Hukum Islam Dan Hukum Perdata https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/judicial/article/view/2227 <p>Kedudukan dan hak waris anak angkat dalam perspektif Hukum Islam dan Hukum Perdata. Latar<br>belakang penelitian ini didasarkan pada realita sosial bahwa banyak pasangan yang tidak memiliki<br>keturunan biologis memilih untuk mengangkat anak, namun status hukum anak angkat sebagai ahli<br>waris masih menjadi perdebatan, khususnya dalam konteks hukum waris di Indonesia yang menganut<br>dualisme sistem hukum: Islam dan perdata Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian<br>kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis normatif dan komparatif, yang<br>membandingkan ketentuan hukum waris Islam dan hukum perdata terhadap status serta hak waris anak<br>angkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum Islam, anak angkat tidak memiliki hak waris<br>kecuali melalui wasiat wajibah maksimal 1/3 dari harta peninggalan orang tua angkatnya. Sebaliknya,<br>menurut Hukum Perdata (Staatsblad 1917 No. 129), anak angkat dianggap memiliki kedudukan yang<br>sama dengan anak kandung, termasuk dalam hak waris. Oleh karena itu, terjadi perbedaan prinsipil<br>antara kedua sistem hukum tersebut dalam memposisikan anak angkat sebagai ahli waris.</p> Ikhlas Nawawi Hak Cipta (c) 2026 JUDICIAL : Journal of Indonesian Crime and Law 2026-07-28 2026-07-28 1 2 10.52188/judicial.v1i2.2227 Analisis Implementasi Pencegahan Perundungan (Bullying) dalam Perspektif Hukum Perlindungan Anak https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/judicial/article/view/2225 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan<br>sekolah berdasarkan perspektif hukum perlindungan anak. Pendekatan yang digunakan adalah<br>penelitian hukum normatif dengan metode pendekatan peraturan, yuridis, dan konseptual. Data<br>dikumpulkan melalui studi dokumen dan analisis peraturan terkait. Hasil menunjukkan bahwa<br>meskipun kerangka hukum telah memberikan dasar perlindungan, implementasi pencegahan<br>perundungan masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya kesadaran hukum pelaku, korban, dan<br>masyarakat; lemahnya koordinasi antar pihak terkait; serta keterbatasan sumber daya untuk<br>penanganan kasus. Penelitian ini menemukan bahwa penerapan prinsip kepentingan terbesar anak<br>dan partisipasi aktif berbagai pihak menjadi kunci efektivitas pencegahan. Disarankan agar<br>pemerintah meningkatkan sosialisasi hukum, memperkuat mekanisme pengawasan, dan mendorong<br>pembentukan kebijakan yang lebih proaktif untuk melindungi anak dari perundungan secara<br>sistematis.</p> Iif Abdur Rahman Farid Hak Cipta (c) 2026-07-29 2026-07-29 1 2 10.52188/judicial.v1i2.2225 Analisis Yuridis Terhadap Perlindungan Hukum Bagi Anak Sebagai Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual Dihubungkan Dengan Pasal 81 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 Dan Atau Pasal 17 Ayat (1) UU Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/judicial/article/view/2222 <p>Kasus kekerasan seksual terhadap anak menunjukkan tren yang meningkat setiap <br>tahunnya dan menimbulkan dampak psikologis, sosial, serta hukum yang kompleks bagi <br>korban. Meskipun telah terdapat berbagai peraturan perundang-undangan seperti <br>Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang <br>Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, implementasinya di <br>lapangan masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini menggunakan metode <br>yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk menganalisis <br>sejauh mana sistem hukum di Indonesia mampu memberikan perlindungan hukum yang <br>efektif dan berkeadilan bagi anak korban kekerasan seksual. Hasil penelitian <br>menunjukkan bahwa dalam Putusan Nomor: 163/Pid.Sus/2020/PN Brebes, perlindungan <br>hukum terhadap anak korban sebagian telah diterapkan, seperti pemeriksaan tertutup, <br>penyamaran identitas korban, dan pendampingan hukum. Namun, aspek pemulihan <br>seperti rehabilitasi psikologis dan pemberian restitusi belum diakomodasi secara <br>maksimal dalam putusan tersebut. Penelitian ini merekomendasikan perlunya <br>penguatan sistem peradilan pidana anak yang lebih ramah anak dan berorientasi pada <br>pemulihan korban secara menyeluruh, termasuk penyediaan layanan psikososial, <br>rehabilitasi, dan restitusi. Dengan demikian, diharapkan perlindungan hukum terhadap <br>anak sebagai korban kekerasan seksual dapat berjalan secara komprehensif dan <br>berkeadilan.</p> Laila Nur Akmala Hak Cipta (c) 2026 JUDICIAL : Journal of Indonesian Crime and Law 2026-07-28 2026-07-28 1 2 10.52188/judicial.v1i2.2222 Analisis Yuridis Mengenai Legalitas Transportasi Online Dikaitkan Dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/judicial/article/view/2228 <p>Menganalisis legalitas transportasi online, khususnya ojek online, dalam perspektif hukum di Indonesia<br>setelah diterbitkannya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019. Latar belakang<br>penelitian ini berangkat dari ketidaksesuaian antara praktik ojek online di lapangan dengan ketentuan<br>dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang tidak<br>mengakui sepeda motor sebagai angkutan umum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif<br>dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) serta menggunakan sumber data sekunder<br>dari literatur hukum, peraturan perundang-undangan, dan putusan Mahkamah Konstitusi. Hasil<br>penelitian menunjukkan bahwa meskipun Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019<br>mencoba memberikan payung hukum bagi operasional ojek online, keberadaannya masih menimbulkan<br>kontroversi karena bertentangan dengan hierarki norma yang lebih tinggi dan tidak mengubah status<br>hukum sepeda motor sebagai angkutan umum. Oleh karena itu, dibutuhkan harmonisasi regulasi yang<br>lebih komprehensif untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi para pelaku transportasi<br>online serta pengguna jasanya.</p> idris afandi Hak Cipta (c) 2026 JUDICIAL : Journal of Indonesian Crime and Law 2026-07-28 2026-07-28 1 2