https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpfs/issue/feedJurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS)2026-04-25T14:51:38+00:00Fanni Zulaihafanni-zulaiha@unucirebon.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) or called "<strong>Journal of Physics and Science Education</strong>" (in english) is a journal that focuses on research on <strong>physics education,</strong> <strong>other science education</strong> (chemistry, biology, and Natural Science), and <strong>science</strong> (theory and application of physics, chemistry, and biology). JPFS has been registered with <strong>LIPI</strong> with [<a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1524415692" target="_blank" rel="noopener">p-ISSN 2622-7789</a> | <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1534165910" target="_blank" rel="noopener">e-ISSN 2622-822X</a>] and has been nationally accredited <a href="https://drive.google.com/file/d/1Tf8UJkLeTGwERIx1YE3pE5E0d7ItI2yn/view" target="_blank" rel="noopener"><strong>SINTA 4 </strong></a>based on <a title="the Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education. Number 10/c/C3/DT.05.00/2025" href="https://drive.google.com/file/d/1Tf8UJkLeTGwERIx1YE3pE5E0d7ItI2yn/view" target="_blank" rel="noopener">the Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Number 10/C/C3/DT.05.00/2025.</a> JPFS publishes a scientific paper on the results of the study and review of the literature in the sphere of natural science education in primary education, secondary education and higher education. Additionally, this journal also covers the issues of environmental education & environmental science. Published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon. This journal is published twice a year in <strong>March</strong> and <strong>September </strong>while the first issue is in September 2018. JPFS has been indexed by<strong><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/detail?id=8516" target="_blank" rel="noopener"> SINTA</a></strong>, <a title="garuda" href="https://garuda.ristekbrin.go.id/journal/view/20645" target="_blank" rel="noopener"><strong>Garuda</strong>,</a> <strong><a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/details?id=125634&lang=en">Copernicus</a></strong>, <a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=yfrlfxIAAAAJ&hl=en" target="_blank" rel="noopener"><strong>Google Scholar</strong></a>, <a href="https://www.neliti.com/id/journals/jurnal-pendidikan-fisika-dan-sains" target="_blank" rel="noopener"><strong>Neliti</strong></a>, <a href="http://www.onesearch.id/Repositories/Repository?search=jurnal+pendidikan+fisika+dan+sains&btn=Search" target="_blank" rel="noopener"><strong>IOS</strong></a>, <strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2622-822X" target="_blank" rel="noopener">ROAD</a></strong>, <a href="https://www.base-search.net/Search/Results?type=all&lookfor=jurnal+pendidikan+fisika+dan+sains&ling=1&oaboost=1&name=&thes=&refid=dcresen&newsearch=1" target="_blank" rel="noopener"><strong>BASE</strong></a>, <strong><a href="https://www.citefactor.org/journal/index/23236/jurnal-pendidikan-fisika-dan-sains-jpfs" target="_blank" rel="noopener">Citefactor</a> , </strong>and <strong><a href="http://esjindex.org/search.php?id=4724" target="_blank" rel="noopener">ESJI</a></strong>.</p>https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpfs/article/view/2139literatur riview Analisis Efektivitas Model Problem Based Learning terhadap ketereampilan pemecahan masalah pada pembelajaran fisika2026-04-25T14:51:38+00:00Rafli Hakam saepudin Rafli hakam saepudinraflihks@gmail.com<p>Peserta didik sering mengalami kesulitan menguasai keterampilan pemecahan masalah fisika karena strategi pembelajaran yang kurang interaktif. Belum banyak tinjauan yang menyintesis secara komprehensif keefektifan model pembelajaran berbasis masalah beserta modifikasinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis keefektifan model pembelajaran berbasis masalah terhadap peningkatan keterampilan pemecahan masalah pada kelas fisika. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis terhadap enam artikel relevan dari berbagai jenjang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah secara konsisten mampu meningkatkan keterampilan kognitif secara signifikan. Peningkatan ini jauh lebih optimal ketika model tersebut diintegrasikan dengan teknologi video, modul pembelajaran khusus, dan pendekatan sains teknologi teknik serta matematika. Langkah-langkah dalam model pembelajaran berbasis masalah terbukti memandu peserta didik untuk memahami, merencanakan, dan mengeksekusi solusi secara sistematis. Kesimpulannya, model ini berdampak sangat positif dalam mengatasi kesulitan penalaran peserta didik dan sangat disarankan bagi pendidik sebagai solusi inovatif dalam memfasilitasi pembelajaran fisika yang bermakna</p>Copyright (c) https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpfs/article/view/2138Implementasi e-LKPD dalam Pembelajaran Fisika: Fokus pada Pengembangan Keterampilan Pemecahan Masalah2026-04-25T14:08:39+00:00Siti Rahayurahayusamalia217@gmail.comAdam Malikadammalik@uinsgd.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan e-LKPD berbasis Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran fisika. Studi literatur yang menganalisis 45 artikel menunjukkan bahwa e-LKPD efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan keterampilan pemecahan masalah siswa. Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan infrastruktur teknologi dan kurangnya pelatihan guru. Penelitian ini menyarankan peningkatan infrastruktur dan pelatihan guru untuk mengoptimalkan penerapan e-LKPD di sekolah-sekolah.</p>Copyright (c) https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpfs/article/view/2066Analisis Pemahaman Mahasiswa Terhadap Representasi dan Konversi Vektor Melalui Praktikum Virtual Berbasis Simulasi PhET2026-04-11T11:27:33+00:00Muhammad Akbar Reisya Saputramakbarreisyasaputra@gmail.com<p>Pemahaman konsep vektor yang abstrak sering kali menjadi kendala bagi para mahassiswa dalam <br>memvisualisasikan hubungan antara arah, serta komponen posisi, kecepatan, dan percepatan dalam <br>gerak dua dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan <br>teknis mahasiswa dalam merepresentasikan vektor serta melakukan konversi bentuk sudut ke <br>komponen melalui bantuan simulasi interaktif. Metode yang digunakan adalah eksperimen virtual <br>menggunakan simulasi PhET LadyBug 2d Motion dan Vector Addition, di mana mahasiswa <br>menginvestigasi pergerakan objek secara manual dan melakukan penjumlahan vektor metode head to <br>tail. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan laboratorium virtual secara signifikan <br>memudahkan visualisasi perubahan vektor percepatan terhadap lecepatan secara real time. Data <br>pengukuran sudut membuktikan bahwa perhitungan matematis selaras dengan representasi grafis pada <br>koordinat Kartesius. Kesimpulannya, integrasi PhET sangat efektif dalam menjembatani pemahaman <br>teori dan praktik. Dampaknya, mahasiswa memiliki landasan intuisi fisik yang sangat kuat dalam <br>menganalisis fenomena kinematika yang kompleks , yang sangat penting bagi penguasaan konsep fisika <br>lanjutan. </p>Copyright (c) https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpfs/article/view/2062Tinjauan Teknik Radioterapi 3D-CRT, IMRT, LINAC, dan Booster Elektron dalam Optimasi Dosis dan Perlindungan Organ Risiko2026-04-09T13:18:49+00:00Fathiyah Haqfathiyah.123430109@student.itera.ac.id<p>Radioterapi merupakan salah satu terapi kanker yang terus mengalami perkembangan hingga kini seiring dengan kemajuan teknologi penyinaran, perencanaan dosis, dan dosimetri. Peran dari fisika medis turut berperan dalam mengefektifkan radioterapi dalam mencapai dosis cukup tinggi pada PTV namun dengan paparan minimal pada OAR. Teknik radioterapi mencakup 3D-CRT, IMRT, LINAC, dan Booster Electron yang dimana keempatnya digunakan untuk mencapai distribusi obat yang presisi dan aman pada PTV. Adapun metode penelitian yang digunakan pada artikel ini menggunakan literature review untuk mengkaji teknik radioterapi modern menggunakan artikel-artikel yang memenuhi kriteria dan kemudian digunakan sebagai sumber utama dalam menyusun artikel review ini. Dari sembilan artikel yang dikaji dan disajikan dalam bentuk tabular, hasil menunjukkan adanya pola yang konsisten mengenai radioterapi modern yang mampu memberikan dosis yang lebih homogen dan konformal dibandingkan dengan teknik konvensional. Sebagian besar terapi memberikan perlindungan terhadap organ yang berisiko dan menunjukkan respon klinis yang berbeda-beda. Ditemukan juga pentingnya kontinuitas jadwal fraksionasi karena terapi yang terinterupsi berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan survival pasien. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa optimalisasi teknik radioterapi bukan hanya meningkatkan kualitas dosimetri, tetapi juga memperbaiki luaran klinis. Namun, karena adanya keterbatasan pada penelitian ini, masih dibutuhkannya penelitian lanjutan melalui riset yang lebih mendalam dan terstandar.</p>Copyright (c) https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpfs/article/view/2048Inovasi Pengembangan Fasilitas Pembelajaran Astronomi dan Fisika melalui Video Gagasan Konstruktif pada Program PKM AMLI 20252026-03-30T06:21:41+00:00Feri Apryandiferi.apryandi@upi.eduZalfa Aliyah Yusufzalfaaliyah@upi.edu<p>Keterbatasan fasilitas pengamatan astronomi di lingkungan pendidikan menjadi salah satu kendala dalam meningkatkan kualitas pembelajaran fisika dan astronomi. Permasalahan utama yang sering dihadapi meliputi risiko kerusakan teleskop akibat kondisi cuaca, paparan debu, serta keterbatasan fasilitas penyimpanan yang aman dan permanen. Penelitian ini bertujuan mengembangkan gagasan inovatif berupa <strong>Kubah Teleskop Edukasi (KTE)</strong> sebagai solusi alternatif untuk mendukung kegiatan observasi astronomi di lingkungan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan perancangan konseptual audiovisual sesuai dengan karakteristik Program Kreativitas Mahasiswa Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK). Proses penelitian dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi yang meliputi penyusunan konsep, pengambilan data visual, serta penyuntingan video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Kubah Teleskop Edukasi berhasil dirancang dalam bentuk model konstruksi kubah yang mampu berputar 360° dengan sistem atap buka-tutup untuk melindungi teleskop dari hujan dan debu. Gagasan tersebut divisualisasikan dalam bentuk video edukasi berdurasi empat menit yang dipublikasikan melalui media sosial sebagai sarana diseminasi gagasan inovatif. Inovasi ini menunjukkan bahwa integrasi konsep fisika, rekayasa teknik, dan media audiovisual dapat menjadi alternatif solusi dalam pengembangan fasilitas pembelajaran astronomi serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan.</p>Copyright (c) https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpfs/article/view/2020Examining Students’ Ability to Identify Cognitive Learning Theories through the Case Analysis Game with Rotation (CAGeR)2026-03-12T07:05:06+00:00Nuzulira Janeusse Fratiwinuzulira.janeusse.fratiwi@upi.eduWinny Liliawatiwinnyliliawati@upi.eduNur Habib Muhammad Iqbalnurhabibmuhammadiqbal@upi.eduFanni Zulaihafanni-zulaiha@unucirebon.ac.id<p>Understanding learning theories is essential for prospective teachers, yet students often experience difficulties identifying theoretical perspectives within authentic instructional situations. This study aims to examine students’ ability to identify cognitive learning theories through a case-based game activity involving rotating case analysis. The study employed a descriptive qualitative design. The participants were sixteen undergraduate students in a physics education program who worked collaboratively in four groups. Students analysed four instructional cases representing different cognitive learning theories and provided written explanations for their answers. The results show that all groups correctly identified the theory represented in the misconception case. Most groups also successfully recognized the discovery learning situation. However, only half of the groups correctly identified the theories related to instructional organization and problem solving. These findings suggest that students are more familiar with learning situations involving conceptual conflict and discovery learning than with those related to instructional structure and hierarchical learning processes. The activity provided opportunities for students to interpret teaching situations and connect theoretical concepts with classroom practices.</p>2026-04-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nuzulira Janeusse Fratiwi, Winny Liliawati, Nur Habib Muhammad Iqbal, Fanni Zulaiha