https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpfs/issue/feedJurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS)2026-01-06T07:56:07+00:00Fanni Zulaihafanni-zulaiha@unucirebon.ac.idOpen Journal Systems<p>Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains (JPFS) or called "<strong>Journal of Physics and Science Education</strong>" (in english) is a journal that focuses on research on <strong>physics education,</strong> <strong>other science education</strong> (chemistry, biology, and Natural Science), and <strong>science</strong> (theory and application of physics, chemistry, and biology). JPFS has been registered with <strong>LIPI</strong> with [<a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1524415692" target="_blank" rel="noopener">p-ISSN 2622-7789</a> | <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1534165910" target="_blank" rel="noopener">e-ISSN 2622-822X</a>] and has been nationally accredited <a href="https://drive.google.com/file/d/1Tf8UJkLeTGwERIx1YE3pE5E0d7ItI2yn/view" target="_blank" rel="noopener"><strong>SINTA 4 </strong></a>based on <a title="the Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education. Number 10/c/C3/DT.05.00/2025" href="https://drive.google.com/file/d/1Tf8UJkLeTGwERIx1YE3pE5E0d7ItI2yn/view" target="_blank" rel="noopener">the Decree of the Minister of Research, Technology and Higher Education, Number 10/C/C3/DT.05.00/2025.</a> JPFS publishes a scientific paper on the results of the study and review of the literature in the sphere of natural science education in primary education, secondary education and higher education. Additionally, this journal also covers the issues of environmental education & environmental science. Published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon. This journal is published twice a year in <strong>March</strong> and <strong>September </strong>while the first issue is in September 2018. JPFS has been indexed by<strong><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/detail?id=8516" target="_blank" rel="noopener"> SINTA</a></strong>, <a title="garuda" href="https://garuda.ristekbrin.go.id/journal/view/20645" target="_blank" rel="noopener"><strong>Garuda</strong>,</a> <strong><a href="https://journals.indexcopernicus.com/search/details?id=125634&lang=en">Copernicus</a></strong>, <a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=yfrlfxIAAAAJ&hl=en" target="_blank" rel="noopener"><strong>Google Scholar</strong></a>, <a href="https://www.neliti.com/id/journals/jurnal-pendidikan-fisika-dan-sains" target="_blank" rel="noopener"><strong>Neliti</strong></a>, <a href="http://www.onesearch.id/Repositories/Repository?search=jurnal+pendidikan+fisika+dan+sains&btn=Search" target="_blank" rel="noopener"><strong>IOS</strong></a>, <strong><a href="https://portal.issn.org/resource/ISSN/2622-822X" target="_blank" rel="noopener">ROAD</a></strong>, <a href="https://www.base-search.net/Search/Results?type=all&lookfor=jurnal+pendidikan+fisika+dan+sains&ling=1&oaboost=1&name=&thes=&refid=dcresen&newsearch=1" target="_blank" rel="noopener"><strong>BASE</strong></a>, <strong><a href="https://www.citefactor.org/journal/index/23236/jurnal-pendidikan-fisika-dan-sains-jpfs" target="_blank" rel="noopener">Citefactor</a> , </strong>and <strong><a href="http://esjindex.org/search.php?id=4724" target="_blank" rel="noopener">ESJI</a></strong>.</p>https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpfs/article/view/1845Analisis Kemampuan Mahasiswa PGSD dalam Menyusun Modul Ajar IPA SD Berbasis STEM2026-01-06T07:56:07+00:00Nur Habib Muhammad Iqbalnurhabibmuhammadiqbal@upi.eduFanni Zulaihafanni-zulaiha@unucirebon.ac.idIin Suminariinsuminar28@upi.eduReza Ruhbani Amarullohrezaruhbaniamarulloh@uinjkt.ac.idNuzulira Janeusse Fratiwinuzulira.janeusse.fratiwi@upi.eduAsep Irvan Irvaniirvan.irvani@uniga.ac.id<p>Kemampuan menyusun modul ajar merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai calon guru, khususnya dalam konteks pembelajaran IPA SD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan mahasiswa PGSD dalam menyusun modul ajar IPA SD berbasis STEM ditinjau dari keterpenuhan indikator penyusunan modul ajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 55 mahasiswa PGSD yang menempuh mata kuliah Pendidikan IPA SD. Data dikumpulkan melalui penilaian dokumen modul ajar menggunakan rubrik yang terdiri atas sepuluh indikator, meliputi identitas modul ajar, perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan materi, sumber dan media pembelajaran, perancangan kegiatan pembelajaran, integrasi STEM, serta penilaian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menyusun modul ajar IPA SD berbasis STEM berada pada kategori sedang hingga cukup baik. Indikator materi pembelajaran dan identitas modul ajar memiliki capaian tertinggi, sedangkan indikator integrasi STEM dan perumusan tujuan pembelajaran menunjukkan capaian yang relatif lebih rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah mampu memenuhi aspek struktural modul ajar, namun masih memerlukan penguatan pada aspek keterpaduan konseptual dan pedagogik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan refleksi pembelajaran pada mata kuliah Pendidikan IPA SD untuk perbaikan dan penguatan pembelajaran pada periode berikutnya.</p>Copyright (c) https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpfs/article/view/1844Implementasi Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa pada Pembelajaran Fisika Materi Usaha dan Energi2026-01-05T15:07:51+00:00Afizya Ufi Tasyaafizyaufitasya@gmail.com<p>Pembelajaran fisika di sekolah menengah masih menghadapi permasalahan berupa rendahnya keterlibatan siswa dalam proses ilmiah dan keterampilan proses sains yang belum berkembang secara optimal, khususnya pada materi usaha dan energi yang bersifat abstrak dan matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran fisika serta keterampilan proses sains peserta didik pada materi usaha dan energi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas seorang guru fisika dan peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Kota Tangerang Selatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fisika dilaksanakan secara kontekstual dengan mengaitkan konsep pada fenomena kehidupan sehari-hari serta didukung oleh penggunaan teknologi pembelajaran. Keterampilan proses sains yang muncul meliputi kemampuan mengamati, berkomunikasi, merumuskan dugaan awal, melakukan kegiatan percobaan sederhana, menginterpretasikan hasil, dan menerapkan konsep usaha dan energi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis aktivitas dan proyek mampu memfasilitasi keterampilan proses sains peserta didik. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pembelajaran fisika perlu dirancang secara kontekstual dan berorientasi pada proses ilmiah untuk mendukung pemahaman konsep dan keterampilan proses sains siswa.</p>Copyright (c) https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpfs/article/view/1813Bricket sebagai Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Melatihkan Kemampuan Berpikir Kreatif dengan Unjuk Kerja Pada Mata Kuliah Laboratorium Pembelajaran Berbasis Alam Sekitar2025-12-29T10:06:05+00:00Hanifah Zakiyazakiyahanifah93@gmail.com<p>Keterampilan berpikir kreatif sebagai kompetensi abad ke-21 perlu dilatihkan melalui pengalaman belajar nyata dan kontekstual. Penelitian ini mengintegrasikan penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek dengan mengintegrasikan unjuk kerja produk melalui uji kelayakan produk. Tujuan penelitian adalah mengimplementasikan dan mengevaluasi model pembelajaran berbasis proyek pada matakuliah laboratorium berbasis alam sekitar melalui proyek pembuatan biobriket. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan pada studi kasus pada perkuliahan Laboratorium Pembelajaran Berbasis Alam Sekitar. Data dikumpulkan melalui observasi, analisis dokumen (proposal, jurnal, hasil uji), dan wawancara, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap sintaks pembelajaran berbasis proyek ternyata dapat memfasilitasi semua komponen dari berpikir kreatif: adanya proses identifikasi masalah memicu adanya orisinalitas dan kelancaran ide (<em>fluency</em>), sementara tahap kritis validasi kinerja (menganalisis data kadar air, abu, kepadatan) bertindak sebagai proses yang memicu agar terciptanya inovasi yang menjadi kreatifitas melalui siklus evaluasi dan revisi berulang. Temuan mengungkap bahwa keberhasilan pembelajaran berbasi proyek ditentukan tidak hanya oleh konteks masalah yang memicu munculnya ide kreatif namun juga diperlukan pendampingan untuk dalam proses pembuatkan bioriket. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi uji kelayakan ke dalam inti pembelajaran berbasis proyek dapat melatihkan kreativitas yang dapat dipertanggung jawabkan berdasarkan uji empiris. Sehingga dapat berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran sains yang lebih relevan dan transformatif.</p>Copyright (c) https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpfs/article/view/1812Hubungan Variasi Suhu dengan Tingkat Kenyamanan Mahasiswa: Studi Kasus Kampus 1 dan Kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta2025-12-22T01:54:23+00:00kafialbatawi16kafialbatawi@gmail.com<p><em><span style="font-weight: 400;">Variations in campus environmental temperature may affect students’ comfort during academic activities. Differences in physical environmental characteristics between Campus 1 and Campus 2 of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta are assumed to cause variations in thermal conditions experienced by students. This study aims to analyze the relationship between temperature variations and students’ comfort levels at Campus 1 and Campus 2 based on morning, afternoon, and evening observation periods. The research employed a direct observational method by measuring temperature using an Arduino-based digital psychrometer and collecting students’ comfort perceptions through questionnaires. Measurements were conducted at three locations on each campus to obtain average temperature values. The results indicate that the average temperature at Campus 2 was consistently lower than that at Campus 1 across all observation periods. The lowest temperatures were recorded in the evening, particularly at Campus 2, indicating more comfortable conditions for student activities. Questionnaire results show consistency between measured temperature data and students’ perceptions regarding the most comfortable time to stay on campus. It can be concluded that temperature variation influences students’ comfort levels, and Campus 2 provides relatively more comfortable thermal conditions than Campus 1.</span></em></p>Copyright (c) https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpfs/article/view/1811Hubungan Variasi Suhu dengan Tingkat Kenyamanan Mahasiswa: Studi Kasus Kampus 1 dan Kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta2025-12-22T01:47:12+00:00kafialbatawi16kafialbatawi@gmail.com<p><em><span style="font-weight: 400;">Variations in campus environmental temperature may affect students’ comfort during academic activities. Differences in physical environmental characteristics between Campus 1 and Campus 2 of UIN Syarif Hidayatullah Jakarta are assumed to cause variations in thermal conditions experienced by students. This study aims to analyze the relationship between temperature variations and students’ comfort levels at Campus 1 and Campus 2 based on morning, afternoon, and evening observation periods. The research employed a direct observational method by measuring temperature using an Arduino-based digital psychrometer and collecting students’ comfort perceptions through questionnaires. Measurements were conducted at three locations on each campus to obtain average temperature values. The results indicate that the average temperature at Campus 2 was consistently lower than that at Campus 1 across all observation periods. The lowest temperatures were recorded in the evening, particularly at Campus 2, indicating more comfortable conditions for student activities. Questionnaire results show consistency between measured temperature data and students’ perceptions regarding the most comfortable time to stay on campus. It can be concluded that temperature variation influences students’ comfort levels, and Campus 2 provides relatively more comfortable thermal conditions than Campus 1.</span></em></p>Copyright (c) https://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jpfs/article/view/1810Analisis Pengaruh Massa Perangkat Beban Terhadap Panjang Gelombang Pada Percobaan Hukum Melde: Studi Eksperimental2025-12-20T14:10:19+00:00Aurell Nathania Sari Sugiantonaurell24@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh massa perangkat beban terhadap panjang satu gelombang pada percobaan Hukum Melde. Massa perangkat beban sebagai variabel bebas diuji dengan variasi massa: 0,05095 kg; 0,10115 kg; 0,15135 kg; 0,20135 kg; 0,2517 kg; dan 0,3025 kg. Panjang tali, jenis tali nilon (1,135 m), dan frekuensi vibrator (50 Hz) dipertahankan sebagai variabel kontrol. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa panjang satu gelombang yang terbentuk berturut-turut adalah 0,324 m; 0,46 m; 0,566 m; 0,658 m; 0,74 m; dan 0,852 m. Data tersebut menunjukkan adanya hubungan yang berbanding lurus antara massa perangkat beban dan panjang satu gelombang. Semakin besar massa yang digunakan, semakin panjang gelombang yang dihasilkan. Dengan demikian, disimpulkan bahwa massa perangkat beban sangat berpengaruh terhadap panjang gelombang dalam percobaan Hukum Melde.</p>Copyright (c)